Sejarah Pertumbuhan & Perkembangan
Jejak Langkah Pelayanan dan Perjalanan Iman GKP dari Masa ke Masa
Pendirian Lembaga Pekabaran Injil (GIUZ)
Lembaga Pekabaran Injil Genootschap voor In- en Uitwendige Zending te Batavia (GIUZ) didirikan di Jakarta. Tokoh-tokoh pendiri antara lain Mr. F.L. Anthing dan Pdt. E.W. King. Mr. F.L. Anthing berhasil mendirikan “Jemaat-jemaat Anthing” seperti: Kampung Sawah, Pondok Melati, Gunung Putri, Cigelam, Cikuya, dll.
Pengutusan Zendeling ke Cikuya
Zendeling Adolf Muhlnickel dikirim oleh Zendeling Werkman ke Jakarta dan bekerja di Cikuya, Banten (1854–1859) sebagai Guru Sekolah Swasta dan mengabarkan Injil kepada penduduk pribumi.
Baptisan Kudus Pribumi Pertama
Dua orang pribumi dari daerah Cikuya, yakni Minggu dan Sarma menerima Baptisan Kudus dalam pelayanan Pdt. Bierhans di Jakarta. (Kelak diresmikan sebagai Hari Pekabaran Injil GKP).
Pengutusan Zendeling NZV ke Jawa Barat
Lembaga Pekabaran Injil Nederlandsche Zendelings Vereeniging (NZV) mulai mengirimkan para Zendelingnya ke Jawa Barat.
Kedatangan Rombongan Zendeling NZV Pertama
Rombongan Zendeling NZV pertama (C.J. Albers, D.J. v.d. Linden, dan G.J. Grashuis) tiba di Jakarta dan berlanjut ke Bandung, namun harus menunggu 2 tahun untuk memperoleh izin kerja.
Baptisan Pertama di Cianjur
Dua orang (suami-istri) penduduk pribumi, yakni Ismail dan Murti dibaptiskan di Cianjur oleh Zendeling C.J. Albers.
Perluasan Pelayanan ke Berbagai Kota
A. Dijkstra mengabarkan Injil di Cirebon, S. Coolsma di Bogor, A. Geerdink di Bandung, P.N. Gijsman di Sukabumi, dan J. Verhoeven di Majalengka.
Seminari Teologi & Alkitab Bahasa Sunda
Seminari Teologi Depok didirikan (cikal-bakal STT Jakarta). Setahun kemudian, Alkitab Perjanjian Baru terjemahan dalam Bahasa Sunda resmi diterbitkan.
Pendirian Desa-Desa Kristen
Pendirian desa-desa Kristen: Desa Kristen Pangharapan di Sukabumi (1886), Desa Kristen Palalangon di Cianjur (1902), dan Desa Kristen Tamiyang di Cirebon.
RS Immanuel & Pendeta Pribumi Pertama
Rumah Sakit Immanuel didirikan di Bandung (1910). Pada tahun 1918, Pdt. Titus ditahbiskan menjadi Pendeta pribumi pertama dalam kegiatan NZV.
Kemandirian Gereja Kristen Pasundan
Gereja Kristen Pasundan (GKP) resmi berdiri sendiri sebagai gereja mandiri! Pimpinan NZV melantik Rad Ageng (Majelis Besar) dengan Ketua Zendeling J. Iken.
Kepemimpinan Penuh Bumiputera
Kepemimpinan GKP sepenuhnya dipegang Bumiputera (Ketua Pdt. Aniroen). NZV menyerahkan seluruh harta milik, sekolah, dan rumah sakit kepada GKP.
Pembentukan Sinode & Tata Gereja
Istilah Rad Ageng berubah menjadi Sinode dan terbentuklah Badan Pekerja Sinode (BPS) GKP. GKP ikut serta mendirikan DGI/PGI. Tahun 1956 Tata Gereja GKP yang baru resmi disahkan.
Pertumbuhan Jemaat Masa Modern
Dari 45 jemaat di tahun 1990, kini GKP telah berkembang melayani 6 Klasis, 58 Jemaat, 1 Bakal Jemaat, dan 13 Pos Kebaktian yang tersebar di Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.
