Gereja Kristen Pasundan Gelar Workshop “Membaca Alkitab dengan Mata Anak”

BANDUNG — Gereja Kristen Pasundan (GKP) sukses menyelenggarakan workshop bertajuk “Membaca Alkitab dengan Mata Anak” pada 21–22 September 2026. Acara yang berlangsung di Aula Lantai 3 Kantor Sinode GKP ini menjadi wadah refleksi dan belajar bersama bagi para pelayan serta pengajar anak.

Workshop ini dirancang untuk membuka sudut pandang baru dalam memahami, membaca, dan menyampaikan pesan-pesan Alkitab agar lebih dekat dengan dunia anak-anak. Melalui pendekatan yang interaktif, para peserta diajak memahami kebutuhan serta pengalaman hidup anak agar pelayanan gereja semakin ramah dan relevan.

Sesi Interaktif dan Diskusi Kelompok

Pada hari kedua kegiatan, workshop menghadirkan pemateri Dr. (Can.) Dina Tuasuun, S.Si, M.Hum.. Suasana kegiatan berlangsung antusias dan dinamis. Para peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi kelompok, kerja tim di tiap materi, serta sesi tanya jawab.

Berbagai tugas praktis dan diskusi studi kasus dikerjakan bersama oleh para peserta guna mengasah kepekaan mereka dalam merancang penyampaian Alkitab yang komunikatif dan bermakna bagi anak.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, GKP berharap para pelayan anak semakin siap dalam menghadirkan pelayanan yang inklusif, komunikatif, serta mampu menyentuh hati anak-anak secara kontekstual. (Ruly Siregar)

Membangun Ekosistem Pembinaan Iman yang Berkesinambungan dan Antar Generasi

Bandung, 31 Agustus – 1 September 2026 – Badan Penelitian dan Pembinaan (BPP) bersama Majelis Sinode Gereja Kristen Pasundan (GKP) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum Pembinaan Jemaat di Kantor Sinode GKP. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam merancang arah pembinaan warga gereja yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan kehidupan gereja masa kini. Workshop ini dilaksanakan dalam semangat membangun Pendidikan Kristiani sepanjang kehidupan yang mampu menolong setiap warga gereja bertumbuh dalam iman dari masa kanak-kanak hingga usia lanjut.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Majelis Sinode GKP dan Badan Penelitian dan Pembinaan. Dari Majelis Sinode GKP hadir Pdt. Dr. Magyolin C. Tuasuun, Pdt. T. Adama Sihite, Th.M. , serta Pdt. Titin M. Gultom, Th.M. dan Dr. Seriwati Ginting hadir dan berkontribusi dalam diskusi dan perumusan arah kurikulum. Dari Badan Penelitian dan Pembinaan hadir Pdt. Ira Imelda, M.Th. selaku Ketua BPP, Dra. Adriani Sri Nastiti, M.S., Pdt. Elsa C. Tureay, M.Th., dan Imam Tjahjo Wibowo, S.E., M.A. yang bersama-sama terlibat dalam proses penyusunan kurikulum pembinaan warga gereja.

Workshop ini dilandasi oleh pemahaman bahwa pembinaan jemaat tidak dapat dipisahkan ke dalam program-program yang berjalan sendiri berdasarkan kategori usia. Sebaliknya, gereja perlu membangun suatu kurikulum yang memandang kehidupan warga gereja sebagai sebuah perjalanan iman yang berkesinambungan. Sejak masa balita, anak, remaja, pemuda, dewasa, hingga lansia, setiap tahap kehidupan memiliki kontribusi penting dalam membentuk pribadi yang semakin dewasa dalam Kristus. Karena itu, capaian pembelajaran pada setiap tahap harus menjadi fondasi bagi tahap berikutnya. Bahkan, kelompok lansia tidak lagi dipandang sebagai titik akhir pembinaan, melainkan sebagai sumber hikmat, pengalaman, dan keteladanan yang dapat memperkaya generasi-generasi berikutnya.

Pendekatan yang diusung dalam workshop ini adalah Pendidikan Kristiani Sepanjang Kehidupan dan Intergenerasional. Pendekatan ini menempatkan gereja sebagai komunitas belajar yang memungkinkan berbagai generasi bertemu, berbagi pengalaman, bertumbuh bersama, dan saling memperkaya dalam perjalanan iman. Pembinaan dipahami bukan hanya sebagai proses transfer pengetahuan, melainkan juga sebagai proses pembentukan kehidupan melalui relasi, pengalaman, pelayanan, dan kesaksian hidup yang berlangsung dalam komunitas gereja.

Hari pertama workshop difokuskan pada penentuan arah dan desain dasar kurikulum. Para peserta diajak membaca konteks pembinaan GKP dengan mengidentifikasi realitas, kebutuhan, persoalan, dan tantangan yang dihadapi warga gereja saat ini. Selanjutnya dilakukan pemetaan perjalanan kehidupan warga gereja dari balita hingga lansia, perumusan landasan Pendidikan Kristiani, tujuan pembinaan, profil warga gereja yang ingin dibentuk, serta penentuan ranah pertumbuhan dan perkembangan iman yang diharapkan terjadi pada setiap tahap kehidupan. Melalui proses ini terbentuk kerangka dasar kurikulum yang terdiri atas konteks, landasan, tujuan, profil, ranah pertumbuhan, dan progression pembinaan warga gereja.

Pada hari kedua, peserta melanjutkan proses dengan merumuskan capaian pembinaan untuk setiap tahap kehidupan, menguji kesinambungan antar tahap, menentukan tema dan isi pembelajaran, merancang pengalaman belajar, serta menyusun matriks kurikulum yang mengintegrasikan tujuan, capaian, isi, pengalaman pembelajaran, dan penilaian. Seluruh rancangan kemudian diuji dari perspektif teologis, kontekstual, berkelanjutan, intergenerasional, transformatif, dan inklusif sebelum difinalisasi menjadi kerangka kurikulum dan rencana tindak lanjut yang akan dikembangkan lebih lanjut.

Melalui workshop ini, GKP menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem pembinaan iman yang berkesinambungan dan intergenerasional. Ekosistem ini diharapkan mampu menolong setiap warga gereja bertumbuh secara utuh dalam iman, karakter, spiritualitas, dan keterlibatan pelayanan. Lebih jauh lagi, kurikulum yang sedang dirancang diharapkan dapat menjadi pedoman bagi jemaat-jemaat GKP dalam menghadirkan pembinaan yang relevan dengan konteks kehidupan masa kini sekaligus setia pada panggilan gereja untuk membentuk murid-murid Kristus sepanjang hayat.

Kegiatan ini menjadi tonggak penting bagi upaya GKP untuk memperkuat budaya belajar dalam gereja. Dengan membangun kurikulum yang berkelanjutan dan intergenerasional, gereja tidak hanya mewariskan pengetahuan iman, tetapi juga menciptakan ruang perjumpaan antargenerasi yang memungkinkan setiap warga gereja belajar satu sama lain, bertumbuh bersama, dan menghadirkan kesaksian Kristus secara nyata di tengah masyarakat. Sebuah gereja yang sehat bukanlah gereja yang hanya memperhatikan satu kelompok usia tertentu, melainkan gereja yang mampu berjalan bersama seluruh generasi dalam satu perjalanan iman yang utuh dan berkesinambungan.

Berkenalan dengan Tim Pokja IT GKP: Menghadirkan Pelayanan Gereja di Era Digital

Bandung, 29 Agustus 2026 – Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk cara organisasi dan lembaga menjalankan pelayanan serta tata kelolanya. Menyadari hal tersebut, Gereja Kristen Pasundan (GKP) terus berupaya mengembangkan pemanfaatan teknologi informasi sebagai bagian dari pelayanannya melalui Tim Kelompok Kerja (Pokja) Teknologi Informasi GKP yang berada di bawah Badan Penelitian dan Pembinaan (BPP) Sinode GKP.

Tim Pokja IT GKP hadir sebagai salah satu wujud komitmen gereja untuk menjawab tantangan zaman sekaligus mendukung pelayanan yang lebih efektif, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan masa kini. Pokja ini dikomandoi oleh Arie Kusuma, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Bidang IV Majelis Sinode GKP.

Mendukung Transformasi Digital di Lingkungan GKP

Saat ini Tim Pokja IT GKP memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan serta pengembangan berbagai layanan dan infrastruktur teknologi informasi yang dimiliki Sinode GKP. Beberapa tugas utama yang dijalankan antara lain:

  • Mengelola dan memelihara server yang berada di Kantor Sinode GKP.
  • Melakukan pengembangan perangkat lunak untuk mendukung kebutuhan pelayanan dan administrasi gerejawi.
  • Mengelola website dan berbagai platform digital GKP.
  • Mengoptimalkan pemanfaatan sistem teknologi informasi yang dimiliki GKP.
  • Mengembangkan dan mengelola Database Anggota Jemaat GKP melalui platform jemaat.gkp.or.id.

Melalui pengelolaan yang terpusat dan terintegrasi, diharapkan data, informasi, serta berbagai proses administrasi gereja dapat berjalan lebih baik dan memberikan manfaat bagi jemaat, majelis jemaat, serta perangkat pelayanan di lingkungan GKP.

Berbagai Sistem yang Dikembangkan

Selain mengelola infrastruktur teknologi informasi, Tim Pokja IT GKP juga tengah mengembangkan sejumlah aplikasi dan sistem yang dirancang untuk mendukung tata kelola gereja yang lebih modern dan akuntabel.

Beberapa sistem yang saat ini sedang dikembangkan dan digunakan di lingkungan GKP antara lain:

  • Sistem Informasi Akuntansi GKP yang mengacu pada ISAK 335, sebagai sarana mendukung pengelolaan keuangan gereja yang transparan dan akuntabel.
  • Sistem Pengelolaan Aset Gereja, untuk membantu pendataan dan pengelolaan aset secara lebih tertib.
  • Sistem E-Office GKP melalui e-office.gkp.or.id, yang mendukung pengelolaan surat masuk dan surat keluar secara digital.
  • Sistem Database Pendeta Gereja Kristen Pasundan, yang menjadi pusat data kependetaan di lingkungan GKP.
  • Sistem Perpustakaan Digital, untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan pengembangan pengetahuan.
  • Learning Management System (LMS) Ngawulang melalui ngawulang.gkp.or.id, yang menjadi sarana pembelajaran dan pembinaan secara daring.

Pengembangan berbagai sistem tersebut dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan pelayanan gereja, keamanan data, kemudahan penggunaan, dan keberlanjutan pengelolaannya di masa depan.

Menjadi Gereja yang Relevan di Tengah Perubahan Zaman

Kehadiran Tim Pokja IT GKP merupakan bagian dari upaya Gereja Kristen Pasundan untuk terus hadir dan berkarya di tengah tantangan era Industri 4.0, sebuah era yang ditandai dengan pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai bidang kehidupan.

Pemanfaatan teknologi bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan gereja. Dengan dukungan sistem informasi yang baik, proses administrasi dapat berjalan lebih efektif, data dapat dikelola dengan lebih akurat, dan pelayanan kepada jemaat dapat dilakukan dengan lebih optimal.

Melalui Tim Pokja IT GKP, gereja berupaya membangun fondasi digital yang kuat agar dapat terus menjalankan panggilannya secara relevan di tengah perkembangan zaman yang berlangsung begitu cepat. Diharapkan kehadiran Pokja IT dapat menjadi salah satu bentuk pelayanan yang mendukung terwujudnya tata kelola gereja yang semakin baik, transparan, dan adaptif terhadap perubahan.

“Teknologi adalah alat, pelayanan adalah tujuan. Melalui pemanfaatan teknologi informasi, GKP terus berupaya menghadirkan pelayanan yang efektif, terintegrasi, dan relevan bagi gereja dan jemaat di masa kini maupun masa yang akan datang.”

Sidang Sinode Ke-29 Gereja Kristen Pasundan

Cipanas, 15 Juli 2022

Gereja Kristen Pasundan melaksanakan Sidang Sinode ke-29 bertempat di Hotel Zuri Resort Cipanas-Bogor, Jawa Barat, pada tanggal 12-15 Juli 2022. Sidang Sinode GKP kali ini dihadiri oleh perwakilan dari 59 Jemaat GKP, Badan/Lembaga yang berada di bawah naungan GKP, Badan Pelaksana Klasis GKP, dan gereja serta lembaga mitra GKP.

Klasis GKP Wilayah Bekasi menjadi tuan dan puan rumah serta panitia pelaksana Sidang Sinode ke-29 GKP. Sedangkan yang menjadi tema dalam Sidang Sinode ke-29 GKP adalah: ” Bersama Yesus Pokok Kehidupan, GKP membangun kehidupan keluarga, gereja, masyarakat, dan lingkungan hidup” (Markus 16:15; Yohanes 15:5; Roma 10:15).

Sidang Sinode ke-29 GKP diawali dengan Kebaktian Pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari berbagai pihak antara lain, Ketua Panitia Pelaksana, Majelis Sinode GKP, Kementerian Agama RI serta sambutan dan pesan gerejawi dari Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia.

Pada Sidang hari pertama acara berisi tentang pembukaan persidangan, panggilan kehadiran (roll call) serta pemilihan dan penetapan Majelis Ketua Sidang, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian laporan-laporan dari Majelis Sinode, Penasihat Majelis Sinode, Pengawas Perbendaharaan Sinode, dan informasi dari Panitia Pemilihan Majelis Sinode.

Di hari ke-2 dan ke-3, kegiatan Sidang Sinode GKP dilanjutkan dengan persidangan kelompok. Terdapat 6 kelompok yang membahas berbagai materi Sidang, dan seluruh perwakilan jemaat serta Badan/Lembaga masuk ke berbagai kelompok tersebut bersama untuk membahas materi sidang.

Pada Sidang Sinode ke-29 GKP juga dilaksanakan pemilihan Majelis Sinode, Penasihat Majelis Sinode, Pengawas Perbendaharaan Sinode periode tahun 2022-2027.

Adapun nama Majelis Sinode periode tahun 2022-2027 adalah sebagai berikut:

JabatanNama
Ketua UmumPdt. Magyolin Carolina Tuasuun
Sekretaris UmumPdt. Tongam Adama A. Sihite
BendaharaEdwin Handiman
Ketua 1Pdt. Hariman A. Pattianakotta
Sekretaris 1Pdt. Titin Meryati Gultom
Ketua 2Pdt. Sains Pieter Surlia
Sekretaris 2OD Sariningsih
Ketua 3Seriwati Ginting
Sekretaris 3Pdt. Leonard Bayu Laksono Dalope
Ketua 4Poltak H. Siagian
Sekretaris 4Arie Kusuma

Nama Anggota Pengawas Perbendaharaan Sinode Periode tahun 2022-2027 adalah sebagai berikut:

Pdt Erna Demosti Butar-Butar
Tania Prameswari
Aris Herlinawati
Herman Yacob Zeth Katipana
Priyo Sudibyo

Nama Anggota Penasihat Majelis Sinode Periode tahun 2022-2027 adalah sebagai berikut:

Pdt. Em. Engkih Gandakusumah
Pdt. Em. Krisna Ludia Suryadi
Pdt. Lelly Frida Sundoro
Pdt. Supriatno
Yohanes Tandililing Sampelalong

Pada Sidang Sinode ke-29 GKP juga melaksanakan peneguhan MS, PMS, dan PPS periode tahun 2022-2027.

Pelatihan Mentoring Sistim Aplikasi Keuangan GKP

Sabtu, 25 September 2021, Majelis Sinode kembali mengadakan pelatihan mentoring Sistim Aplikasi Keuangan GKP. Pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka persiapan penerapan Sistim Aplikasi Keuangan GKP secara bertahap. Untuk penerapan awal akan diterapkan di beberapa jemaat percontohan sebagai pilot project sistim aplikasi ini.

Menjadi nara sumber pelatihan saat ini adalah Tim Pokja Sistim Aplikasi Keuangan GKP dan yang mejadi peserta pelatihan adalah para warga jemaat GKP yang telah ditunjuk oleh jemaat untuk menjadi mentor

Pelatihan dilaksanakan di Kantor Majelis Sinode, dan seluruh peserta pelatihan dinyatakan negatif melalui tes antigen Covid-19